- Kontrak berjangka Dow, S&P 500, dan Nasdaq sedang naik.
- Kesepakatan AS-Iran meningkatkan selera risiko global.
- Bank Sentral AS (Federal Reserve) tetap fokus pada suku bunga AS.
Kontrak berjangka saham AS diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis karena investor menilai dampak dari kesepakatan sementara yang dicapai antara AS dan Iran dan terus bereaksi terhadap keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve.
Di antara indeks utama, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,80%, menjadi 7.552,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones naik 0,54%, mencapai 52.224 poin. Kontrak berjangka Nasdaq memimpin kenaikan, naik 1,28%, diperdagangkan pada 30.383,25 poin.
Pergerakan positif ini juga menjangkau perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil. Kontrak berjangka Russell 2000 naik 0,99% menjadi 2.971,80 poin, menunjukkan peningkatan sentimen pasar yang lebih luas.
Meskipun indeks saham pulih, indeks volatilitas VIX, yang dikenal sebagai "pengukur ketakutan" Wall Street, naik 12,37% menjadi 18,44 poin. Indikator ini menunjukkan bahwa investor tetap memperhatikan risiko geopolitik dan prospek kebijakan moneter AS.
Pasar bereaksi terhadap berita bahwa Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara yang ditandatangani secara elektronik pada Rabu malam. Kesepahaman tersebut предусматриkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial dan pencabutan sanksi terkait minyak Iran.
Kawasan ini dianggap strategis untuk perdagangan energi global, dan setiap tanda berkurangnya ketegangan biasanya secara langsung memengaruhi harga komoditas dan pasar keuangan.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah untuk pengiriman Juli turun 1,57%, diperdagangkan pada US$74,82 per barel. Emas juga mencatat penurunan 0,82%, dikutip pada US$4.345,50, mencerminkan penurunan permintaan untuk aset yang dianggap defensif.
Sementara itu, Bitcoin mengalami aksi ambil untung dan diperdagangkan pada harga $64.485,67, turun 2,10% dalam beberapa jam terakhir. Mata uang kripto terbesar di pasar ini tetap tertekan oleh sikap hati-hati investor setelah pertemuan Federal Reserve.
Pada hari Rabu, bank sentral AS mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi memberi sinyal bahwa kenaikan lebih lanjut masih dipertimbangkan sepanjang tahun. Keputusan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap data ekonomi yang akan datang, terutama yang terkait dengan inflasi dan pasar tenaga kerja.
Kini, perhatian tertuju pada penandatanganan resmi perjanjian antara AS dan Iran, yang dijadwalkan pada hari Jumat di Swiss. Pertemuan tersebut diperkirakan akan mempertemukan Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sementara negosiasi mengenai isu-isu yang lebih kompleks dijadwalkan untuk 60 hari ke depan.












