- Polymarket membahas kesepakatan perdamaian permanen antara AS dan Iran.
- Pasar peramalan menghasilkan pendapatan lebih dari US$120 juta.
- Trump memperluas kontroversi terkait hasil keuangan Polymarket.
Polymarket sekali lagi menghadapi pertanyaan terkait penyelesaian salah satu pasar prediksi terbesarnya setelah taruhan terkait dugaan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memasuki proses sengketa formal. Kontrak tersebut, yang melibatkan volume perdagangan lebih dari US$120 juta, telah menjadi subjek perselisihan di antara para investor mengenai kepatuhan terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh platform tersebut.
Pasar bertanya-tanya apakah Amerika Serikat dan Iran akan mencapai "kesepakatan perdamaian permanen" pada tanggal 15 Juni. Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, resolusi positif membutuhkan bukti yang jelas bahwa permusuhan militer antara kedua negara telah berakhir atau akan berakhir secara permanen.
Diskusi tersebut semakin intensif setelah pengumuman nota kesepahaman yang dirilis pada 15 Juni. Presiden AS saat ini, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah tercapai. Tak lama kemudian, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga melaporkan bahwa kesepahaman telah diselesaikan setelah berbulan-bulan negosiasi antara kedua pihak.
Bagi para peserta yang bertaruh pada hasil "Ya", pernyataan-pernyataan ini merupakan konfirmasi publik bahwa kesepakatan telah tercapai dalam jangka waktu yang ditentukan oleh pasar. Kelompok ini berpendapat bahwa pernyataan resmi dari kedua pemerintah memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk taruhan tersebut.
Mereka yang mendukung hasil "Tidak" berpendapat bahwa memorandum tersebut bukan merupakan perjanjian perdamaian permanen. Menurut interpretasi ini, dokumen tersebut hanya menetapkan gencatan senjata sementara selama 60 hari dan meninggalkan isu-isu terkait, seperti program nuklir Iran dan sanksi ekonomi, menunggu negosiasi lebih lanjut.
Selama perselisihan masih berlangsung, pemegang token tata kelola UMA bertanggung jawab untuk memberikan suara dan menentukan hasil pasar akhir. Data platform menunjukkan bahwa lebih dari 99% suara yang terdaftar hingga Rabu pagi mendukung opsi "Ya".
Kontroversi tersebut bertambah rumit setelah pernyataan Trump selama KTT G7. Mengomentari memorandum tersebut, presiden mengindikasikan bahwa kesepakatan itu mungkin bukan solusi pasti untuk konflik tersebut.
“Ini adalah nota kesepahaman,” kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT G7 di Prancis. “Jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembak mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka.”
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah perselisihan signifikan lainnya di Polymarket yang melibatkan perusahaan Strategy dan taruhan pada penjualan bitcoin sebelum 31 Mei. Pada kesempatan itu, pemungutan suara yang dilakukan oleh UMA juga memicu perdebatan di antara investor mengenai interpretasi aturan dan peristiwa yang seharusnya menentukan penyelesaian kontrak.












