- SIREN anjlok 96% setelah aksi jual token besar-besaran.
- Baleia melikuidasi 94% dari pasokan SIREN yang beredar.
- Meme token menghadapi tekanan baru dan volatilitas yang kuat.
Token SIREN mencatatkan salah satu penurunan paling tajam di pasar mata uang kripto dalam beberapa hari terakhir. Aset tersebut anjlok dari sekitar US$1,30 menjadi US$0,05 setelah sebuah dompet yang terkait dengan kendali proyek tersebut menjual sebagian besar tokennya, memicu tekanan jual yang kuat dan menghidupkan kembali diskusi tentang konsentrasi pasokan.
Data yang dibagikan oleh analis on-chain menunjukkan bahwa sekitar 670 juta token SIREN dibuang ke pasar dalam waktu 48 jam. Volume ini mewakili sekitar 92% dari pasokan yang beredar. Selama proses ini, dompet yang bertanggung jawab dilaporkan mengumpulkan sekitar US$64,8 juta dalam USDT.
Sebagian dari dana tersebut, yang diperkirakan sebesar US$25,7 juta, kemudian ditransfer ke bursa terpusat. Sebanyak US$39 juta lainnya tetap berada di blockchain. Menurut para peneliti yang memantau transaksi tersebut, dana yang tersisa didistribusikan ke ratusan alamat berbeda, sehingga menyulitkan pelacakan transaksi di masa mendatang.
Kekacauan di dunia kripto terus berlanjut.$SIREN Anjlok -90% dalam 5 hari terakhir.
– Menghapus kapitalisasi pasar sebesar $760 juta
– Melikuidasi posisi beli senilai $2.4 juta
– Setelah pemegang saham utama menjual token senilai $7.5 juta
– Penjualan masih berjalan dengan baik
– Dia masih memegang 595 juta token SIREN (82% dari…) pic.twitter.com/TQGv2OMRHD— Ash Crypto (@AshCrypto) Juni 13, 2026
Transaksi tersebut digambarkan oleh beberapa analis sebagai "skema pump-and-dump klasik." Pada saat yang sama, pengamat mengidentifikasi sekitar 200 juta token SIREN yang dikirim ke dompet yang terkait dengan bursa utama, termasuk alamat yang terhubung ke Binance, Gate, dan KuCoin.
Respons pasar sangat cepat. Harga token jatuh ke sekitar US$0,05, mengakumulasi kerugian sekitar 59% hanya dalam 24 jam dan hampir 96% dalam tujuh hari terakhir. Akibatnya, nilai pasar proyek turun menjadi sedikit di atas US$38 juta, jauh dari valuasi yang dicapai selama apresiasi kuat yang terlihat pada bulan Maret.
Selain penurunan harga, minat investor juga menurun. Volume perdagangan di SIREN menyusut lebih dari 48%, sementara pasar derivatif mencatat sekitar US$625 juta kontrak berjangka yang diperdagangkan dalam satu hari. Penyelesaian transaksi mencapai sekitar US$3,4 juta, dengan lebih dari US$2,7 juta terkait dengan posisi beli (long position).
Penurunan baru-baru ini memperpanjang serangkaian fluktuasi ekstrem yang diamati sejak Maret. Setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $3,61, token tersebut mengalami koreksi hampir 70%. Pada saat itu, para peneliti blockchain memperingatkan bahwa satu kelompok dompet mengendalikan sebagian besar pasokan.
Sejak saat itu, SIREN telah mengalami beberapa pergerakan tajam. Dalam satu kejadian, token tersebut melonjak lebih dari 100% dalam beberapa hari sebelum kehilangan sebagian besar keuntungannya. Di titik lain, harganya naik hingga mendekati US$1,80 dan kemudian anjlok menjadi sekitar US$0,13.
Baru-baru ini, pada tanggal 8 Juni, aset tersebut sekali lagi menarik perhatian setelah naik hampir 190%, dari US$0,45 menjadi US$1,30. Namun, pergerakan tersebut dengan cepat kehilangan momentum dan membuka jalan bagi aksi jual baru, yang membawa harga ke kisaran US$0,05 dan sekali lagi menyoroti risiko yang terkait dengan konsentrasi token di beberapa dompet.












